Kepulauan Indonesia memiliki banyak daerah yang menawarkan potensi investasi properti yang menjanjikan. Dengan keindahan alamnya yang memukau dan perkembangan ekonomi yang pesat, ada beberapa daerah di Indonesia yang dianggap sebagai permata tersembunyi di pasar real estat.
Mungkin sudah banyak orang yang tau kalau Bali adalah pulau yang paling terkenal di Indonesia, tidak hanya sebagi destinasi wisata tapi juga sebagai peluang investasi bagi para investor. Disini kita akan membahas daerah-daerah lain di Indonesia yang juga memiki potensial besar di pasar real estat.
1. Lombok
Selain Bali, Lombok juga menjadi pilihan yang menarik untuk investasi properti. Pulau yang bersebelahan dengan pulai Bali ini memiliki pemandangan alam yang tidak kalah memukau dari Bali dengan pantai-pantai putihnya dan Gunung Rinjani sebagai latar belakangnya.
Pasar real estat di Lombok mengalami pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah peningkatan jumlah properti yang dibangun dan dijual di Lombok. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah yang dibangun di Lombok meningkat sebesar 10% pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meningkatnya permintaan akan properti di Lombok juga menyebabkan meningkatnya harga properti di pulau ini. Juga berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, harga rumah di Lombok meningkat rata-rata 10,2% per tahun dalam periode 2017-2022. Kenaikan harga ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan harga rumah di Indonesia, yaitu 7,2% per tahun.
2. Surabaya
Surabaya – kota terbesar kedua di Indonesia, kota yang terletak di provinsi Jawa Timur ini menawarkan peluang investasi yang potensial karena lokasinya yang strategis sebagai pelabuhan perdagangan dan pusat industri. Proyek-proyek pembangunan yang sedang berlangsung di Surabaya telah menarik investor lokal dan asing yang ingin memanfaatkan aktivitas bisnis yang sedang berkembang di daerah ini.
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Surabaya dan sekitarnya yang dilakukan Bank Indonesia mengindikasikan Indeks Harga Properti Residendial (IHPR) kuartal II/2023 tercatat 107,25 atau tumbuh 1,14 persen (yoy). Penjualan rumah pada kuartal II/2023 terkontraksi 5,73 persen (yoy).
Ketua Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jatim, Soesilo Efendy mengatakan tahun ini pengembang di Jatim memasang target pengembangan proyek naik 30 persen.
Kawasan timur Surabaya, terutama seiring dengan pembangunan Outer East Ring Road (OERR), telah menjadi fokus utama pengembang real estat. Hal ini tidak hanya memperluas aksesibilitas ke wilayah timur, tetapi juga menciptakan peluang besar untuk investasi properti yang menjanjikan di masa depan.
3. Yogyakarta
Yogyakarta merupakan pusat budaya dan pariwisata di Pulau Jawa, dengan status khusus sebagai propinsi yang dipimpin oleh Sultan. Selain menjaga nilai-nilai tradisional, Yogyakarta juga menjadi bandar metropolitan di Jawa. Kondisi ini menciptakan dinamika masyarakat modern yang tetap menghargai alam dan nilai-nilai budaya.
Dalam aspek investasi, industri pariwisata adalah gagasan terbesar kota ini. Sektor real estat juga menarik perhatian investor karena adanya lahan yang luas, pemandangan yang indah, dan suasana yang mumpuni untuk tinggal, belajar, dan melakukan bisnis.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan properti di Jogja terus meningkat. Menurut data dari Bank Indonesia, pertumbuhan kredit properti di Yogyakarta pada tahun 2021 mencapai 17,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit properti nasional yang mencapai 15,5%. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan properti di Jogja terus meningkat seiring dengan perkembangan ekonomi yang stabil.
Pasar real estat Indonesia pada tahun 2024
Tahun 2024 adalah tahun politik dunia dan juga termasuk Indonesia dan ini menjadi alasan investor untuk wait and see terkait kebijakan pemerintah, Namun beberapa daerah yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang baik tentunya tidak terpengaruh besar. Pasar saat ini juga cenderung mempunyai tren positif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato menyebut sektor real estat menjadi motor utama penggerak pertumbuhan Indonesia. Airlangga menguraikan sepanjang semester I/2023, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,17% dengan inflasi di level 3,27%, hal ini diikuti dengan kinerja ekspor yang tetap tumbuh sebesar 3,12 juta.
Airlangga juga mencatat adanya geliat penjualan rumah yang tumbuh 15,11% sepanjang periode tersebut. “Industri properti merupakan salah satu sektor unggulan yang dapat mendorong perekonomian Indonesia. Kontribusi pada kuartal kedua adalah 9,48% untuk sektor konstruksi dan 2,4% untuk sektor real estate,” tuturnya dalam agenda The International Real Estate Federation (FIABCI) Trade Mission 2023 di Jakarta pada September 2023 lalu.
“`


